Nama: I Gusti Made Pandu Brata
Umur: 9 tahun
Sekolah: SD Kasih Abadi
Kelas: 4 SD
Tempat tinggal: Bogor
Pekerjaan orang tua: Ayah - Pilot (almarhum), Ibu - Seniman
makanan kesukaan: -
Hobi: Berenang, Selancar, Melukis
Cita-cita: Jadi pilot
Prestasi: Juara prakarya di sekolah
Tokoh idola: Ayah

Hai, aku biasa, dipanggil Pandu, tapi nama lengkapku I Gusti Made Pandu Brata. Umurku 9 tahun. Aku anak bungsu, dan kakakku Ayu, usianya berpaut 10 tahun dariku. Kami saling menyayangi, terutama setelah ayah meninggal.

Ibu adalah seorang seniman dan pemilik galeri. Dia juga sangat ramah dan punya banyak teman-teman seniman. Kadang-kadang aku juga jadi belajar tentang seni dari mereka. Sekarang aku juga sangat suka melukis mungkin menurun dari ibu ya...

Teman-teman bilang aku pemberani dan setia kawan. Aku paling tidak suka kalau ada orang yang suka menindas, sok tahu, sok kuat, atau suka mengganggu sahabat-sahabatku...pasti kubalas deh... huuuhhh!!!

Waktu aku masih tinggal di Bali, aku sukaaa banget duduk-duduk di pinggir pantai, menikmati deburan dan desiran angin yang menyapu rambutku. Ibuku sangat baik deh, dan ibu paling sering kepusingan mencari kalau aku sedang main di pantai huhuhuhu... Aku senang banget berenang dan menyelam, satu lagi yang enggak boleh ketinggalan yaitu berselancar, iya benar seperti kaya turis asing lho. Karena seringnya aku main di pantai dan main air di laut, tubuhku jadi kuat dan sehat, kulitku jadi coklat kehitaman.

Hhhhh...! Bom bali merengut ayah yang amat kucintai!!!, Waktu itu kami sekeluarga masih tinggal di Bali. Sejak itu, aku sering kesepian, karena ayah adalah sahabat terbaik dan idolaku. Dulu sebelum ayah meninggal, kami suka duduk dipinggir panati dan ayah suka bercerita tentang pengalamannya di negeri orang, tentang pemandangannya, keindahannya, sampai pengamannya mengenudikan pesawat. Ayah benar-benar seorang pilot yang hebat. Makanya aku sangat kehilangan ayah.....

Tapi sekarang aku mempunyai sahabat setia yang sering menghibur kalau lagi sedih, apalagi Mahmud. Dia sering mengajakku bermain bola. Kalau Togara suka mengajakku main gotar. Sekarang pernapasanku sudah agak membaik lho... Apalagi, aku sekarang suka mengajari sahabatku berenang... Sejak itu, aku tak lagi murung dan pendiam... Jadi, benar kata Mahmud dan Tika.. Mensana In Corporesano... di dalam badan yang sehat, terdapat jiwa yang kuat..!!
 
Nama: Tika
Umut: 8 tahun
Sekolah: SD Negri Kenari
Kelas: 3 SD
tempat tinggal: Bogor
Pekerjaan orang tua: Ayah - Karyawan Departemen Kehutanan, Ibu - Guru SD
Makanan kesukaan: Gudeg
Hobi: Membaca, menari, menulis
Cita-cita: Ingin jadi guru seperti ibu

Hai, Namaku Tika. Aku anak sulung dari 2 bersaudara, umurku 8 tahun, adikku bernama Danu, umurnya masih 5 tahun. Ayahku bekerja di labiratorium kehutanan sebagai peniliti. Ayah sering membawa berbagai macam tanaman untuk diteliti lagi di laboratorium di rumah. Kalau ibuku, bekerja sebagai guru SD. kata orang, Ibuku guru yang sangat baik, anak-anak yang diajar oleh ibu pasti senang deh. nanti kalau aku sudah besar juga aku ingin seperti ibu... menjadi guru. Aku suka sekali menari dan aku sudah mengikuti kursus menari dan ternyata sangay menyenangkan ya... selain menari aku juga sering membaca buku cerita, mulai dari cerita komik sampai detektif.. tahu nggak?? itu lho, yang polisi melacak penjahat. Aku menyampulnya dan menatanya di dalam lemari biar tidak rusak dan mudah mencari kalau aku ingin membacanya lagi. Enggak semua koleksi bukuku itu pembelian orang tuaku lho. kalau aku punya uang tabungan, aku gunakan untuk membeli buku yang aku suka, jadi sekarang koleksi bukuku semakin banyak.

Aku tuh orangnya pendiam dan sulit mengungkapkan perasaanku, sering kali aku berpikir tentang banyak hal waktu aku pulang dari sekolah, jadi tempat aku menuangkan perasaan dan impian-impianku adalah lewat buku harian. Bila aku mengerjakan sesuatu pasti sangat hati-hati sekali, aku pasti merencanakan semua hal-hal yang sangat detil. Aku suka kesal sama adikku kalau dia meletakkan mainannya sembarangan, atau meminjam barangku tanpa bilang-bilang, apalagi merusakannya... waaah aku benar-benar marah.

Teman-teman bilang aku tuh orangnya suka ragu-ragu, plin-plan dan sensitif, tapi itu karena aku sangat tidak ingin mengecewakan apalagi menyakiti perasaan orang lain. Tapi, kalau aku juga kesal, sebal dan pasti marah-marah kalau teman-teman ingkar janji... huhuhu....

Aku sudah terlatih untuk melakukan kegiatan seperti mencuci, memasak, atau ke pasar untuk membeli bahan-bahan makanan bahkan mengurus adik, apabila ibu memerlukan bantuanku, ketika Ibu harus mengurus Ayah, saat penyakit Ayah kambuh lagi. Kata dokter, ayah terlalu banyak pikiran dan terlalu lelah bekerja... Padahal, kata ayah, ayah paling suka kalau lagi banyak pekerjaan... memang, beliau suka lupa waktu sih!!! Di kamarnya, banyak bahan-bahan percobaan dan kertas-kertas penelitian, berserakan di lantai.. Ayahku memang hebat... beliau selalu tekun bekerja, meski kesehatannya sering terganggu...
 
Nama : Marni
Umur: 7 tahun
Sekolah: SD Negri Kenari
Kelas: 2 SD
Tempat tinggal: Bogor
Pekerjaan orang tua (alm): Ayah & Ibu - Dokter
Hobi: Belajar, Baca, Prakarya, Balet, Menulis & Melukis.
Cita-cita: Dokter

Aku perkenalkan diriku dulu ya, namaku Marni, umurku 7 tahun. Rambut aku berombak dan panjangnya sebahu. Aku punya lesung pipit di kedua pipiku. Walaupun tubuhku kecil, aku sangat lincah dan sering kali aku dipilih untuk perlombaan lari dan menari balet di sekolah.

Kata teman-teman, aku cukup pintar matematika, pengetahuan alam dan membaca. Aku suka sekali mencari tahu hal-hal yang belum kuketahui lewat membaca. Aku paling senang membaca buku-buku kesehatan, karena cita-citaku ingin jadi dokter. Aku ingin bisa menolong orang-orang yang sakit. Aku tidak pernah bertemu ibuku, karena beliau meninggal setelah melahirkan aku.. tapi, aku bisa sering bertemu ibuku di dalam mimpi.

Dulu sebelum ayah meninggal, aku sering ditemani dan diantar ayah ke sekolah, naik skuter. Aku juga tidak pernah lupa, waktu ayah mengajak aku naik ke atap rumah untuk menatap bintang-bintang. Waktu itu, ayah bilang bahwa ibu akan selalu menjaga aku dan ayah dari kejauhan. Aku sangat sedih bila ingat hari-hari waktu ayah masih ada. Sekarang aku sudah yatim piatu, walaupun kakek dan nenek mengurus aku dengan penuh perhatian, aku masih sering kali rindu ingin punya orang tua. Tapi sebelum ayah meninggal beliau pernah berpesan, aku harus menjadi anak yang mandiri dan pandai.

Karena aku sendiri, tiap sebelum tidur, aku selalu menulis buku harian, untuk menuangkan semua perasaan dan menceritakan pengalamanku hari itu. Karena sering menulis, aku jadi mahir dan beberapa kali menjadi juara dalam lomba menulis.

Aku paling tidak suka kalau nganggur dan tidak melakukan apa-apa. Aku pasti mencari kegiatan, Jadi, kalau lihat kamarku.. pasti geleng-geleng kepala deh.. kakek nenek saja sering kaget melihat banyak lukisan kupasang di dinding, belum lagi hiasan-hiasan dinding bermacam-macam hasil buatanku sendiri, hingga saking tak ada tempatnya, koleksi prakarya aku kusimpan di kardus! Kapan-kapan, aku ajari kalian ya, bikin kerajinan tangan... asik lho!
 
Nama: Togar
Umur: 8 tahun
Sekolah: SD Kasih Abadi
Kelas: 3 SD
Tempat tinggal: Bogor
Pekerjaan orang tua: Ayah - Pengemudi taksi, Ibu - Pemilik Kedai Nasi
Makanan kesukaan: Sate & Lontong
Hobi: Bernyanyi, Main gitar, Membuat mainan

Halo, namaku Togar, umurku 8 tahun, sekarang aku kelas 3 SD, di SD Kasih Abadi bersama Pandu teman baikku. Aku punya seorang adik namanya Butet, umurnya baru 2 tahun. Tubuhku emang agak sedikit gemuk... huhuhu... mungkin karena sering membantu Inang memasak kali ya... Nah kalau Inang, punya kedai makanan dan Inang sendiri yang masak lho... Banyak macamnya tapi makanan kesukaanku adalah sate dan lontong.

Nah kalau Amang tuh idola dan sahabatku, dia benar-benar ayah yang hebat. Dia seorang insinyur mesin tapi waktu ini Anang di PHK karena perusahaan tempat dia bekerja bangkrut. Sekarang Amang bekerja sebagai supir taksi karena Amang sudah berusaha selama 6 bulan, tapi tidak berhasil mendapatkan kerja kantoran. Dulu Amang masih suka menemani aku bermain, atau mengajarkan bermain gitar, tapi sekarang semuanya sudah berubah karena Amang pulangnya malam sekali dan sudah capek. Aku juga jadi tidak tega mengganggu.

tapi sekatang pun sesekali waktu kalau Amang sedang memperbaiki mobil taksinya, aku suka disuruh membantu. Aku senang sekali karena aku belajar tentang mesin... keren kan! karena sering diajari Amang, aku jadi bisa memperbaiki mainan adik yang rusak atau malahan aku membuatnya dengan bahan-bahan yang sederhana. Di sekolah juga kadang-kadang aku suka mengajari teman-teman untuk membuat mainan.

Yang membuatku sedih adalah kalau hasil karyaku dibilang jelek sama teman-teman, kalau sudah begitu aku suka tersinggung, dan nggak mau bertemu mereka... (padahal, harus nggak boleh begitu, ya...). Tapi kalau aku marah pun nggak bisa lama-lama karena aku pasti kesepian, karena sahabat-sahabatku sudah seperti keluarga, dan... awas ya!! jangan sekali-kali mengganggu sahabat-sahabatku.. apa lagi si Marni kan badannya paling kecil... hehehe...
 
Nama: Mahmud
Umur: 9 tahun
Sekolah: SD Negri 4
Kelas: 4 SD
Tempat tinggal: Bogor
Pekerjaan orang tua: Ayah - tentara, Ibu - Penjahit, memasak
Makanan kesukaan: Rendang buatan ibu dong
Hobi: main bola, main layang-layang
Cita-cita: Pemain bola profesional
Tokoh idola: David Beckham

Aku anak sulung dari 4 bersaudara, umurku 9 tahun, adikku yang pertama adalah Soraya umurnya 7 tahun, lalu Fadil berumur 4 tahun, dan Anisa berumur 3 bulan.

Ayahku seorang tentara, beliau sangat tegas baik dngan anak-anaknya maupun dengan tetangga. Walaupun begitu ayah sangat menyayangi kami. Karena ayah sering ditugaskan ke luar kota, aku harus membantu ibu mengurus adik-adik dan membereskan rumah. Capek juga sih, tapi lama-lama jadi terbiasa...

Ibu sangat pandai memasak dan menjahit, selain itu Ibu juga sangat ramah pada semua orang termasuk tetangga-tetangga. Jadi sekarang, apabila mereka ada keperluan menjahit baju, pasti minta tolong sama ibu... Aku juga ingat waktu itu, ibu memberikan hadiah ulang tahun sebuah baju tentara, ibu menjahitnya khusus untukku... waaahhh! aku senang banget deh, bangga rasanya pakai seragam seperti Ayah!

Kadang-kadang ibu kewalahan membuat baju-baju pesanan, makanya aku harus membantu ibu, kalau tidak nanti tidak selesai pada waktunya... nanti, pelanggan nggak lagi percaya sama janjinya ibuku... wah, jangan sampai begitu deh!.. Soalnya, dengan menjahit, ibu bisa punya uang tambahan untuk beli susu Anisa, bayar uang sekolah kami semua dan tambahan transport sekolah aku dan Soraya. Aku dan Soraya tidak pernah jajan di sekolah, kami selalu bawa bekal dari rumah, kadang pisang rebus, ubi bakar, atau ketan bakar. Enak lho! nggak kalah deh dengan makanan kota lainnya...

Aku suka membuat layangan untuk dimainkan sendiri dan dijual, supaya aku punya uang tambahan. Dengan uang itu aku bisa menabung dan beli pin tim sepak bola idolaku.
Selain main layangan aku suka banget main sepakbola, kadang di sekolah, kadang di lapang sebelah kantor kelurahan. Aku sempat bercita-cita, ingin jadi pemain bola yang hebat seperti David Beckham sang idolaku. Kalau nanti aku jadi pemain terkenal, aku kan bisa membantu ibu dan adik-adikku...

Aku juga sering diminta membantu teman-teman kalau mereka ada masalah dengan PR, tapi kadang-kadang aku suka jadi pusing sendiri karena harus membagi waktu, anatar membantu ibu dan mengerjakan tugas-tugas lainnya di rumah. Akhirnya aku suka bingung sendiri... mau yang mana dulu yang harus diselesaikan.. hahahah