Home |  Sahabat |  Kreasi Anak |  Info Keluarga |  Cerita |  Pernak Pernik |  Pendaftaran |  Saran & Pendapat | Epsi
Togar terkejut, marah dan kecewa menghadapi kenyataan dirinya dikalahkan Pandu, sahabatnya sendiri dalam lomba kreativitas sekolah.
Togar mencoba mengamen di sebuah rumah makan, supaya bisa cari uang sendiri dan tidak menyusahkan orang tua. Tak diduga, lewatlah teman-teman sekelasnya yang langsung mengejek dan menghina Togar. Togar sedih, malu, sakit hati dan amat marah…
Marni dihadang oleh “Geng Mekar”, persis di depan gerbang sekolah. Dengan kasar anak-anak itu merampas uang dan bekal makanan Marni. Marni sangat ketakutan, apalagi besok Geng Mekar sudah pasti akan menghadang lagi!!
Marni dihadang lagi!! Kali ini dia bersama Tika. Tapi dengan keberanian yang berbeda, Marni berhasil mengatasi Geng Mekar…
Pandu panik dan gusar karena Prnya belum dibuat padahal harus diserahkan pagi ini. Dengan nada mengancam Pandu memaksa Togar meminjamkan buku Prnya. Tak pelak lagi, Togar marah besar dan pertengkaran pun terjadi…
Hari ini ada ulangan matematika di sekolah, tapi Togar mendadak sakit perut dan pusing jadi tidak sekolah. Sahabat-sahabatnya menyebut Togar alergi matematika…
Pandu diam-diam merasa iri, kesal dan panas hati melihat teman-teman nya sibuk membuatkan Mahmud layangan yang banyak untuk dijual… Padahal, Mahmud sendiri tidak kelihatan batang hidungnya…
Siang itu Pandu mendapat hadiah ulang tahun, sebuah layangan yang terindag yang pernah dilihatnya… Dan yang lebih mengagetkan, hadiah itu dari Mahmud, padahal selama ini dia sudah berpikiran jelek terhadapnya…
Siang itu, hati Tika kembali galau, sedih, dan cemas karena Ayah sakit lagi, dan kali ini pasti lebih parah karena harus dirawat di rumah sakit… Ingin rasanya Tika menyusul Ayah…
Semua anak dikejutkan oleh berita sakitnya Pandu. Siapa yang menyangka kalau Pandu-si anak sehat itu bisa terkena sakit asma?…
Togar punya teman baru, Deni, namanya “si anak kota”, yang dianggapnya lebih hebat dan lebih keren dari par sahabatnya.. togar sekarang lebih suka main dengan Deni ketimbang dengan sahabat-sahabatnya, karena Deni punya mainan canggih…
Togar merasa dikecewakan Deni, teman barunya, karena ia tidak sehebat yang Togar kira. Sahabat-sahabat Togar, membesarkan hati Togarr dan mengajarkan arti kehebatan yang sejati…
Pandu dihukum kepala sekolah karena ia dan teman-teeman kabur dari sekolah sementara pelajaran belum selesai. Pandu berang pada Togar dan langsung memusuhinya karena Togar dianggap sang pengadu…
Anak-anak saung bamboo kaget sekali melihat ikan-ikan mereka di kolam mati bergelimpangna. Sekitar kolam juga kotor dan di beberapa bagian terlihat hangus terbakar. Siapa pelakunya?
Mahmud bingung terlalu banyak bikin janji dengan para sahabat di waktu yang sama! Akhirnya, semua jadi berantakan…Mahmud dianggap ingkar janji dan pilih kasih.
Mahmud bingung melihat para sahabatnya saling tidak bertegur sapa. Ia belum sadar akan akibat perbuatannya yang ingkar janji terhadap mereka. Togarlah yang menyadarkan Mahmud apa arti setia kawan itu…
Tika menceritakan pada para sahabatnya, ia punya tetangga baru yang “kata orang”, seram dan misterius, Karen ajarang kelihatan dan selalu menutup jendela serta tirai rumahnya… Rasa takut dan pikiran buruk langsung muncul dalam pikiran anak-anak itu…
Mahmud harus mengantar jahitan ke tetangga baru Tika. Diantar semua sahabatnya, mereka memasuki rumah yang tertutup rapat. Suara jeritan dan teriakan yang terdengar sanpai keluar, membuat anak-anak itu setengah mati ketakutan… Padahal, mereka belum tahu yang sebenarnya terjadi…
Anak-anak bersemangat menyambut liburan sekolah, mereka berencana “menyulap” saung bamboo menjadi tempat paling mengasyikkan…bagi mereka dan untuk semua anak di kampung itu…
Liburan tiba! Kelima sahabat merencanakan kegiatan yang serius tapi santai, membuka saung bamboo menjadi arena informasi dan rekreasi…Ini namanya anak-anak membimbing anak-anak…
Gitar kesayangan Togar rusak berat!! Togar dikeroyok segerombolan teman yang iri dan dengki, menyerang dan merusak gitar si Togar supaya dia tidak bisa ikut lomba menyanyi di Gereja…
Rasa takut dan was-was tetap menghantui Togar, di pagi hari menjelang lomba. Untung Togar sudah menyiapkan taktik menghadapi si penyerang…..
Keluarga Tika tertimpa musibah. Rumah mereka kebanjiran, padahal bapak Tika baru keluar dari rumah sakit.. Para sahabat Tika bahu membahu membantu Tika, dengan usaha dan ketulusan yang luar biasa….
Pandu tidak percaya kalau Tika dan Mahmud bakal ikut berpuasa, karena Pandu menilai Tika dan Mahmud hanya dari badannya saja yang kelihatan kurus…Sikap Pandu, membuat Togar dan Marni kesal luar biasa….
Mahmud terpana, ternggorokannya kering, lidahnya kelu, hatinya tersayat melihat 2 anak sedang mengorek sampah makanan di depan rumah Togar.... tekadnya bulat, ia harus membantu mereka….
Pandu memprotes tindakan Mahmud karena memberi perhatian “berlebihan” pada “pengemis”. Mahmud dan para sahabatnya, membuka mata hati Pandu akan nilai pengorbanan yang sejati….
Lebaran yang luar biasa! Kelima sahabat tidak pernah menyangka kalau nun jauh di sana, ada sanak keluarga yang mengalami Lebaran mencekam dan penuh duka……
Lebaran kali ini, bukan hanya Tika dan Mahmud yang terkejut menerima bingkisan dari para sahabatnya…Semua anak terkejut kedatangan tamu istimewa yang tidak terduga….
Betapa sedihnya Togar, inang sakit keras, Amang tidak ada, dan mereka tidak punya uang untuk membawa Inang ke rumah sakit, apalagi untuk merayakan natal seperti tahun-tahun sebelumnya……
Natalan penuh kejutan! Togar tidak menyangka dirinya akan menghadapi kejutan yang luar biasa dari para sahabatnya….Natalan sendu, mendadak menjadi Natalan syahdu….
Baru kali itu kelima sahabat mendengarkan cerita Ayah Mahmud, bagaimana situasi perang kemerdekaan..Tidak ada satu pun yang pernah membayangkan betapa sulitnya memperjuangkan kemerdekaan….
Anak-anak baru mengerti, kalau sudah merdeka, lantas harus bagaimana dan mau berbuat apa. Mereka bingung, sebagai seorang anak, apa yang bisa mereka lakukan ya ? ….